Saya sangat hormat,kepada bapak wakil bupati henok ibo,memang masyarakat trauma dengan pengalaman2 yg dulu...di kuiyawagi yang masyarakat dapat tembak oleh militer NKRI 70 orang lebih,terkait dengan pembobolan senjata di kodim wamena.
Oleh sebab itu semua toko gereja dan toko ada,pihak pemerintah daerah harus kerja sama,TNI/POLRI di kabupaten terlalu banyak dan selalu saja melakukan kekerasan terhadap masyarakat maka,senua pihak mengambil tindakan secepatnya.
Dan Bapak Lukas Enembe S.IP Seorang bupati kabupaten puncak jaya,tetapi kemana orang itu...ko anak putra daerah sendiri tidak bisa membela masyarakat sendiri..Apa kah Lukas Enembe seorang pemimpin kab.puncak jaya kah bukan...
Memang...LUKAS ENEMBE S.IP.Mata buta-hati juga buta jadi,tingal main uang sana-sini..masyarakatnya sendiri lupa..maka TNI/POLRI indonesia sudah masuk kasih kacau balau di kabupaten puncak jaya....
Sumber : papuapos
Menurut Henock, banyak anggota OPM/TPN yang sudah membaur dengan masyarakat sehingga sulit untuk mengidentifikasi mereka.
"Karena itu butuh rencana yang matang untuk melakukan operasi pengejaran karena masyarakat masih trauma dengan insiden penyisiran yang dilakukan aparat keamanan beberapa tahun lalu," ujarnya.
Ketika ditanya tentang ganguan keamanan menjelang pemilu, Henock Ibo mengatakan bahwa jadwal pemilu di Tingginambut akan berjalan sesuai rencana. Saat ini masyarakat di Tingginambut terutama yang bermukim disekitar hutan telah dipindahkan ke daerah disekitar ruas jalan yang melintas di daerah itu.
Pemindahan masyarakat itu agar mereka bisa lebih dekat dengan pelayanan masyarakat sekaligus menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan terutama setelah peristiwa penyerangan Pos Polisi yang dilakukan TPN/OPM kedua kalinya, Sabtu (22/2) lalu.
Pos Polisi yang berada di jalan yang melintasi Tingginambut itu menghubungkan Mulia dengan Wamena ditembaki OPM/TPN pada Sabtu (22/2), setelah terlebih dahulu melakukan pembakan benera Merah Putih yang ada di Pos Polisi tersebut, bahkan tidak hanya disitu para OPM/TPN itu juga telah meresahkan masyarakat setempat dimana bahan makan masyarakat telah mereka curi.
Kasus penyerangan pos polisi Tingginambut terjadi awal Januari 2009 oleh anggota TPN/OPM menyebabkan empat pucuk senjata milik Polri diambil kelompok tersebut.(ant)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar